Kemajuan teknologi membawa banyak kelebihan dan manfaat bagi masyarakat. Namun sudah tentu ada pula dampak kurang baiknya. Sebagai contoh, perkembangan Fintech (Financial Technology) memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan (financial inclusion), termasuk dalam hal kemudahan akses pendanaan. Namun fintech juga dapat mengurangi kesempatan kerja di industri perbankan karena berkembangnya fintech melahirkan konsep branchless banking, yang berarti cabang-cabang fisik bank akan jauh berkurang dan digantikan oleh aplikasi dan online system dengan layanan terotomatisasi menggunakan big data dan teknologi AI (artificial intelligence) yang tentu akan mengurangi kesempatan kerja di perbankan.
Tentang Cirebon

Setiap kali bulan puasa tiba, saya selalu teringat dengan kota Cirebon. Setiap memasuki bulan puasa, saya dan keluarga selalu mengunjungi kota Cirebon untuk menjenguk kakek dan nenek dan keluarga besar disana. Kota yang terkenal dengan sebutan Kota Udang ini dapat ditempuh dari Jakarta sekitar 5 sampai 6 jam menggunakan mobil, atau sekitar 4 jam dengan kereta api.
Selain untuk bertemu keluarga besar, bagi saya Cirebon merupakan kota yang menarik untuk dikunjungi, karena memiliki banyak tempat wisata yang menarik. Keraton adalah salah satunya. Ada 4 keraton yang terletak di dalam kota Cirebon, antara lain Keraton Kesepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabonan. Dari keempat keraton tersebut, yang pernah saya kunjungi adalah Keraton Kacirebonan. Keraton Kacirebonan berada di wilayah kelurahan Pulasaren Kecamatan Pekalipan, tepatnya 1 km sebelah barat daya dari Keraton Kasepuhan, kurang lebih 500 meter sebelah selatan Keraton Kanoman. Keraton ini banyak menyimpan benda-benda peninggalan sejarah seperti Keris, Wayang, perlengkapan Perang, Gamelan dan lainnya.
Selain tempat wisata, Cirebon juga memiliki banyak kuliner khas. Beberapa diantaranya adalah Empal Gentong, Nasi Lengko, Empal Asam, Tahu Gejrot, dan Nasi Jamblang. Empal Gentong disajikan berupa irisan-irisan daging sapi dan jeroannya dengan kuah yang mirip dengan soto bersantan namun ditaburi dengan irisan daun kucai. Gurih sedikit pedas rempah ialah rasa umum dari kuah hangat makanan khas Cirebon ini. Hidangan favorit saya dan keluarga di Cirebon adalah Nasi Jamblang. Kekhasan kuliner ini adalah nasinya yang empuk dan pulen karena dibungkus dengan daun jati, dan dimakan dengan berbagi lauk pauk seperti cumi cumi berkuah hitam, tlur dadar, tempe goreng, ikan asin, semur daging, dan yang paling menggugah selera adalah sambalnya yang khas karena terbuat dari irisan cabai merah. Jadi sambal nasi jamblang bukan dibuat dari cabai yang ditumbuk sebagaimana di daerah lain, tapi justru cabainya diiris-iris yang menghasilkan sensai rasa yang berbeda.
Demikian sekilas tentang Cirebon, kota asal keluarga besar saya. Semoga dapat menjadi inspirasi destinasi wisata Anda berikutnya.
Protected: Tentang Asrama
Protected: Telkom University
Protected: Teknik Elektro
Welcome to my blog..
Selamat datang di blog saya. Sebelum saya membuat tulisan-tulisan berikutnya, perkenalkan nama saya Fathina Salsabila. Lahir di Jakarta, tepatnya pada tahun 2000. Saat ini sedang melanjutkan pendidikan di Bandung sebagai mahasiswi jurusan Teknik Elektro. Mempunyai ketertarikan di bidang sains, khususnya astronomi sejak masih di sekolah dasar. Punya banyak hobby, diantaranya membaca, mengamati bintang dan bermain violin.
Blog ini selanjutnya akan menjadi tempat bagi saya untuk menuangkan ide-ide, berbagi informasi, pengalaman dan tulisan tulisan yang bermanfaat lainnya.
The Journey Begins
Imagination creates reality — Richard Wagner